Sign In

Remember Me

distro linux indonesia dalam aspek pembelajaran

distro linux indonesia dalam aspek pembelajaran

Perkembangan dunia open source khususnya penggunaan sistem operasi Linux di Indonesia saat ini  mengalami peningkatan yang cukup tinggi, ditambah lagi dengan pertumbuhan penggunaan media internet yang semakin mempermudah untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan operasi sistem hingga pembuatan sistem operasi yang satu ini.

Dalam pembuatan Sistem Operasi Linux ada berbagai cara , dan yang paling banyak adalah melakukan proses melakukan prubahan dari sebuah master Sistem Operasi Linux yang telah berjalan yaitu dengan istilah Remastering. Proses ini adalah proses yang memiliki tingkat resiko kegagalan yang sangat kecil saat nantinya dijadikan satu master Distro.

Ketersedian beberapa aplikasi hacking untuk melakukan proses Remaster ini tentu saja semakin memudahkan para opreker Linux untuk membangun sebuah Distro Linux yang diinginkan sesuai keinginan mereka. Dan dari beberapa Distro Linux di Indonesia yang saat ini ada dan saya coba ada beberapa hal yang menarik terutama dalam hal Kernel Linux  yang terkadang tidak mampu bekerja pada beberapa komputer terutama saat installasi awal . Cukup menarik slogan “Distro kami mampu beroperasi pada PC Komputer yang lama” . Tanpa sadar ketika melakukan Remastering Distro, Kernel yang dipergunakan oleh Master Distro menggunakan kernel PAE yaitu kernel peralihan antara komputer dengan processor 32 bit dengan 64 bit . Sehingga pada saat proses Instalasi dari Distro tersebut tidak bisa dilakukan . Ketika ditanya kepada pengembang dan pembuatnya kenapa tidak bisa install karena ada beberapa komputer dengan processor non PAE. Jawabnya , “Kita belum coba dikomputer tersebut” jadi sangat menarik karena terjadi poses yang bertolak belakang dengan dengan slogan “Distro kami mampu beroperasi pada PC Komputer yang lama”.

Secara estetika tentu saat ini sudah banyak Distro buatan anak negeri ini yang begitu memukau dari tampilannya hingga begitu menggoda untuk dipergunakan namun pada saat saya akan mencoba untuk melakukan proses Print Distro tersebut tidak menyediakan dukungan layanan Print sehingga saya harus menginstall terlebh dahulu layanan print serta mengintall module kernel printer. Atau pada saat akan melakukan share file melalui samba , distro tersebut tidak mampu bekeja hingga harus kembali install aplikasi samba terlebih dahulu. Dan masih banyak lagi proses yang pada Master Distro yang banyak dibutuhkan oleh pengguna tidak tersedia.

Inilah sebuah proses Perkembangan Open Source yang menjadi agak sedikit pincang sebuah proses pembelajaran, Namun tentu saja saya cukup berbangga karena dengan banyaknya distro Linux di Indonesia yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki banyak tenaga developer open source yang dapat diperhitungkan. Jadi tetap semangat tidak ada sesuatu yang lahir itu sempurna, dan tentu saja proses pembelajaran dari pembangunan Distro Linux adalah sebuah pelajaran berharga dalam sejarah perjalanan Open Source di Indonesia.

id
By